Cara Kerja Full Air Brake System

Buslovers ~ Full air brake adalah sistem pengereman yang paling banyak dipakai pada bis, truk dan kendaraan berat lainnya. Untuk bis sendiri, saat ini rata2 sudah mengaplikasikan sistem ini. Perbedaan mendasar dengan sistem hidrolik adalah media yang digunakan untuk menekan kampas rem. Pada sistem hidrolik menggunakan media minyak, sedang pada full air brake menggunakan tekanan udara.
Pada sistem full air brake terdapat beberapa komponen utama antara lain:

  1. Compressor
  2. Pressure regulator
  3. Air reservoir tank
  4. Treadle valve (Pedal rem)
  5. Front / rear proportioning valve
  6. Front and rear service brake chamber + spring brake chamber
  7. Spring brake release valve (Tuas rem parkir)

Skema sistem pengereman full air brake 300x173 Cara Kerja Full Air Brake System

Skema sistem pengereman full air brake

Prinsip kerja sederhananya kurang lebih sebagai berikut:
Udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor masuk ke air reservoir tank kemudian menuju treadle valve (pedal rem). Treadle valve inilah yang mengatur besar kecilnya tekanan udara di chamber yang menekan kampas rem, semakin dalam treadle valve diinjak maka semakin besar tekanan di chamber dan otomatis rem semakin mengunci. Disinilah perbedaan dengan system hidrolik, kalau di system hidrolik kaki kita menginjak pedal rem itu untuk menekan / memompa minyak. Tapi di system full air brake sebenarnya kita “hanya” membuka dan menutup katup, tenaga untuk mendorong kampas rem berasal dari tekanan udara dari kompressor.

Ada perbedaan pada brake chamber roda depan dan belakang. Pada roda depan hanya menggunakan air brake chamber, sedangkan pada roda belakang dikombinasikan antara air brake chamber dengan spring brake chamber. Spring brake chamber berfungsi sebagai alat keamanan jika terjadi kegagalan system pengereman (misal selang udara bocor, kompressor rusak dll) dan juga berfungsi sebagai rem parkir.

Berikut ini gambar penampang air brake chamber roda depan

air brake chamber roda depan 300x225 Cara Kerja Full Air Brake System

Gambar 2

Gambar 2 adalah kondisi air brake chamber off, dimana tidak ada udara compressor yang dialirkan oleh treadle valve (pedal rem tidak diinjak). Tekanan di chamber 0 kg/cm2

air brake chamber off

 

Gambar 3
Gambar 3 adalah kondisi air brake chamber on, dimana udara compressor masuk setelah treadle valve diinjak. Semakin dalam treadle valve diinjak, semakin tinggi tekanan dalam chamber (0-10 kg/cm2) dan semakin kuat chamber mendorong pushrod yang menggerakkan kampas rem. Ketika pedal rem dilepas maka tekanan di chamber dibuang ke atmosfir (pada treadle valve berbunyi cess…!!!) Dan chamber pun kembali ke posisi off karena ada tekanan balik dari pegas.

Untuk roda belakang merupakan kombinasi antara air brake chamber dengan spring brake chamber. Berikut gambar penampangnya:

kondisi air brake chamber on

Gambar 4

Gambar 4 adalah kondisi service brake off (penjelasannya persis seperti diatas / roda depan) dan spring brake chamber posisi off. Pada saat spring brake chamber posisi off didalamnya ada tekanan udara compressor (3-10kg/cm2) yang dialirkan melalui spring brake release valve (tuas rem parkir) Tuas rem parkir off berarti udara compressor mengalir ke spring brake chamber.

kondisi service brake off

Gambar 5
Gambar 5 adalah kondisi service brake on (treadle valve diinjak) dan spring brake chamber posisi off (tuas rem parkir tidak diaktifkan)

kondisi service brake on

 

Gambar 6
Gambar 6 adalah kondisi spring brake chamber on, dimana pegas menekan pushrod yang kemudian menggerakkan kampas rem. Kondisi ini terjadi karena udara yang ada di chamber di buang / tuas rem parkir diaktifkan. Makanya pada saat tuas diaktifkan akan berbunyi ceesss…!!!

Kondisi seperti pada gambar 6 inilah yang terjadi apabila ada kegagalan sistem. Inilah keunggulannya bila dibandingkan dengan sistem hidrolik. Pada sistem hidrolik bila ada kebocoran selang rem maka minyak akan muncrat keluar bila pedal rem diinjak dan rem tidak akan berfungsi. Pada sistem full air bila ada kebocoran selang udara, rem akan terkunci oleh tekanan dari pegas yang ada di dalam spring brake chamber.

Maka dari itu pada sistem pengereman full air, driver wajib selalu mengecek tekanan udara kompressor. Karena bila tekanan semakin drop maka pegas akan semakin mendorong pushrod untuk menggerakkan kampas rem dan pada akhirnya terkunci. (Berdasarkan pengalaman salah seorang Admin yang mengalami sendiri kejadian terkuncinya roda akibat kegagalan kompressor mengisi air reservoir sehingga tekanan udara turun hanya tinggal 4,5 bar di armada proteus OH1525 PO Pahala Kencana B7910IW HT-914 tanggal 1-Juni-2009)

Cara Kerja Full Air Brake System adalah seperti gambar di atas kawan, semoga bisa membantu dalam memahami cara bekerja full air brake ini, sumber saya ambil dari facebook bismania, semoga menjadi inspirasi mengenai cara kerja rem . . .

Incoming search terms:

  • komponen pada brake chamber